PTBA Lirik Bisnis PLTS di Bandara dan Tol

PT Bukit Asam Tbk (Persero) atau PTBA mulai melirik bisnis energi terbarukan, menyusul terus dikuranginya energi fosil seperti batu bara pada pembangkit listrik.


Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, mengatakan perusahaan saat ini sudah mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.
Yang sudah terealisasi pembangunan di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno-Hatta, yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). PTBA menggandeng anak usaha PT LEN Industri yaitu PT Surya Energi Indonesia.
“Kami sudah mulai dengan AP II di Cengkareng sehingga sebagian listriknya dari PLTS. Kita sudah resmikan gunakan tenaga surya oleh PTBA dan kita jajaki airport (bandara) lainnya,” kata dia dalam acara Tempo Energy Day 2020 secara virtual, Rabu (21/10).
Di Gedung AOCC, PTBA menggunakan sebanyak 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt per peak (kWp).
Energi Fosil Dikurangi, PTBA Lirik Bisnis PLTS di Bandara dan Area Jalan Tol (1)

Selain bandara, PTBA juga membidik lokasi area jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk (JSMR) untuk dibangun PLTS dan memanfaatkan area di sekitar Danau Toba yang dikelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

Selain lokasi komersial yang dimiliki 3 BUMN, PTBA juga bakal membangun PLTS di lahan pasca tambang perseroan. Dua di antaranya di Ombilin, dan Tanjung Enim.

Di Ombilin, Sawahlunto, luas area pasca tambang mencapai 2.000 hektar. Kata dia, kalau 1.000 hektar bisa dimanfaatkan untuk PLTS, bisa menghasilkan listrik 1.000 mWp.
“Di Tanjung Enim area pasca tambangnya ada 95.000 hektar, kalau kita bisa pakai 5.000 hektar bisa hasilkan 5.000 mWp. Persoalannya adalah bagaimana insentif di-support dari pemerintah untuk kembangkan tenaga surya ini,” ujarnya.